|
Beranda Organisasi Manajemen Provinsi
|
Belajar Dan Berkembang Bersama UPK Dusun Timur |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Amin Noor Hakim
|
|
Friday, 24 April 2009 |
|
Kecamatan Dusun Timur dengan ibukotanya Tamiang Layang adalah sebuah kecamatan yang usianya lebih tua dari usia kabupatennya sendiri, yaitu Kabupaten Barito Timur. Karena dulunya adalah salah satu Kecamatan di kabupaten induk Barito Selatan. Setelah pemekaran dan terbentuknya Kabupaten Barito Timur, maka Kecamatan Dusun Timur menjadi bagian dari Kabupaten Barito Timur.
Pada waktu masih menjadi bagian dari Kabupaten Barito Selatan, Kecamatan Dusun Timur pernah mendapatkan Program Inpres Desa Tertinggal (IDT), yang kemudian IDT diplesetkan menjadi istilah dalam bahasa Maanyan “Iti Duit Takam” yang artinya “Ini Duit Kita”. Artinya, di masyarakat telah berkembang pemahaman bahwa dana IDT yang sampai kemasyarakat, dan kemudian tidak dikembalikan, dibiarkan tanpa ada upaya dan tindakan tegas agar uang tersebut kembali dan bisa digulirkan kembali untuk masyarakat yang belum mendapatkan pinjaman dana bergulir dari IDT. Pemahaman ini menjadi salah satu tantangan terbesar UPK di Kecamatan Dusun Timur dengan 18 Desa Definitif, yang baru terbentuk pada tanggal 28 November 2007, seiring dengan masuknya PNPM-PPK 2007 pada bulan Juli 2007. Setelah melalui test calon pengurus UPK dan kemudian ditetapkan dalam MAD Prioritas Usulan, maka terpililah Krisnaliani sebagai ketua UPK dan Vivi Ariani sebagai Bendahara UPK. Secara umum pembagian tugasnya adalah ; Ketua : Penanggungjawab operasional kegiatan UPK, mengawasi dan membina TPK, dan kelompok-kelompok SPP. Bendahara : mengurus dan mencatat transaksi keuangan, membuat laporan keuangan. Serta pembagian tugas secara terperinci, sesuai dengan Petunjuk Teknis Operasional. Pada saat dibentuk, UPK Kecamatan Dusun Timur masih membina 4 Kelompok SPP dengan total perguliran hanya RP 10.000.000,-, dan pada tahun 2008 ditambah dengan 16 Kelompok SPP dengan nilai pergiuliran Rp 160.000.000,-, sehingga pendapatan UPK masih kecil, dan untuk mengurangi beban operasional UPK, jumlah pengurus untuk tahap awal ini masih dibatasi 2 (dua) orang, dengan Honor Rp. 700.000,- perbulan/orang dan tunjangan transportasi Rp. 150.000,- perbulan/orang. Honor dan tunjangan transportasi yang diberikan, cukup pantas diberikan bagi kedua pengurus UPK Kecamatan Dusun Timur ini, mengingat keaktifan dan loyalitasnya yang tinggi dalam pembinaan TPK dan Kelompok SPP di desa. Pengurus UPK Kecamatan Dusun Timur secara rutin mengunjungi TPK dan Kelompok SPP di desa. Mereka telah mampu memberikan pelatihan-pelatihan, baik secara “On The Job Training” (OJT) maupun “In Service Training” (IST). Secara kontinyu, anggota kelompok SPP yang memperoleh pinjaman dari dana BLM di pantau kegiatan usahanya, sehingga sampai saat ini di Kecamatan Dusun Timur belum terjadi tunggakan angsuran pinjaman. Semoga hal ini dapat dipertahankan untuk seterusnya.  Besarnya jasa pinjaman dari UPK ke Kelompok SPP yang disepakati adalah 1,25 % perbulan flat, dan dari Kelompok SPP ke anggota dapat disepakati sedikit lebih tinggi dari jasa ke UPK, untuk pemupukan modal dan memjadi pendapatan di Kelompok SPP. Setiap Kelompok SPP di Kecamatan Dusun Timur, diwajibkan untuk menghimpun dana sendiri melalui kegiatan menabung. Nilai tabungan wajibnya disepakati dalam tiap kelompok, berkisar antara Rp 5.000,- sampai Rp. 10.000,- per bulan per anggota, dan dibukukan dengan standart pembukuan yang sederhana tapi dapat menyajikan data keuangan yang cukup lengkap dan akuntable. Di sosialisaikan ke setiap Kelompok SPP, bahwa tabungan tersebut juga merupakan jaminan bagi pinjaman. Sehingga secara tidak langsung, jaminan pinjaman ke UPK adalah Tanggung Renteng, tetapi diupayakan tidak memberatkan anggota Kelompok SPP. Pada saat pengajuan proposal pinjaman SPP ke PNPM, setiap berkas pengajuan dianalisa rencana penggunaan dananya, dengan tujuan, sebanyak-banyaknya untuk tujuan pengembangan usaha, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk tujuan konsumtif, misalnya untuk pesta perkawinan anak dan lain-lain, hanya saja bila tujuannya untuk konsumtif, akan betul-betul dipastikan dulu tidak akan terjadi tunggakan pengembalian. Hampir semua pinjaman yang digulirkan ke anggota Kelompok SPP adalah untuk Usaha Dagang. Baik berupa dagang kelontong (kios atau warung), jual BBM eceran, dan usaha dagang lainnya. Pada saat Verifikasi usulan oleh Tim Verifikasi, analisa usaha dan rencana penggunaan dana pinjaman ini sangat diperhatikan. Karena bila pinjaman yang diberikan betul-betul tepat sasaran, maka akan sangat mengurangi resiko kemacetan angsuran pengembalian pinjaman. Dalam perjalanannya, UPK Kecamatan Dusun Timur selalu mengamati dan mendata perkembangan setiap kelompok SPP dibawah binaannya. Dan kelompok SPP yang menjadi andalan saat ini adalah Kelompok SPP Desa Didi, yang semua pinjaman anggotanya dimanfaatkan untuk pengembangan usaha ibu-ibu di Desa Didi. Sebagian besar digunakan untuk membuka kios BBM dan warung kecil, mengingat desa Didi berada dilintasan jalur angkutan Batu Bara, sehingga para wanita di desa tersebut melihat peluang mereka untuk menambah penghasilan keluarga dengan membuka usaha kios BBM dan warung. Selain Kelompok SPP Desa Didi, UPK Kecamatan Dusun Timur mempunyai Kelompok SPP andalan lainnya, yaitu Kelompok SPP Maragut dan Kelompok SPP Kali Napu. UPK Kecamatan Dusun Timur pernah dilibatkan dalam pelatihan Peningkatan Produktifitas Usaha Ekonomi Rumah Tangga, yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Usaha Ekonomi Rakyat yang pesertanya diambil dari anggota kelompok SPP yang telah memperolah pinjaman, dan pinjaman tersebut digunakan untuk usaha tambahan keluarga. Sampai sekarang, semua pendapatan UPK Kecamatan Dusun Timur dari jasa pinjaman masih belum dipergunakan. Karena untuk biaya operasional, masih menggunakan Biaya Operasional UPK 2 % dari BLM Kecamatan. Dan karena pendapatan UPK masih kecil, maka sekarang yang menjadi target kerja UPK Kecamatan Dusun Timur adalah membina Kelompok-kelompok SPP, baik yang sudah mendapatkan pinjaman maupun yang belum mendapatkan pinjaman, untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai perguliran di UPK tetapi tetap melakukan tindakan pembinaan untuk menjamin pinjaman yang di gulirkan tepat sasaran dan menekan resiko kemacetan pengembalian. Dengan program kerja UPK seperti yang diuraikan diatas, maka kunci keberhasilannya adalah kunjungan dan pendampingan yang kontinyu dan efektif kesetiap TPK dan Kelompok SPP di desanya masing-masing. Maka tugas rutin Krisnalia sebagai Ketua UPK dan tidak ketinggalan Vivi Ariani sebagai Bendahara UPK, adalah rajin mengunjungi binaan-binaannya, setelah tugas rutin dikecamatan diselesaikan. Di desa, mereka melakukan pembinaan sesuai kebutuhan Kelompok SPP dan TPK. Kondisi geografis yang cukup berat karena harus melalui jalan milik perusahaan kayu dan batubara yang biasanya berupa jalan timbunan tanah, dan jarak yang cukup jauh serta minimnya dana transportasi cukup menyulitkan kedua Pengurus UPK Kecamatan Dusun Timur yang kebetulan keduanya perempuan dan berstatus bujangan. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat mereka, pembinaan tetap intensif dilakukan. Dan hasilnya adalah, sampai sekarang belum pernah terjadi tunggakan angsuran pengembalian pinjaman di UPK Kecamatan Dusun Timur. Sumber Data : Ex. Fastkab. Barito Timur (Eka Agustina) |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 24 April 2009 )
|
|
|
Cerita Lapangan |
|
|
| AdProv | | | SP2M | | SFMS | | SMIS | | SPTR | | |
|