|
Beranda Organisasi Manajemen Provinsi
|
Bertahan Karena Panggilan Hati |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Amin Noor Hakim
|
|
Friday, 24 April 2009 |
|
UPK Kecamatan Mantangai dibentuk pada tanggal 26 November 2007, seiring dengan kecamatan tersebut baru pertama kali berpartisipasi dalam PNPM-PPK. Dari 14 desa yang ada di Kecamatan Mantangai hanya 13 desa yang berpartisipasi dalam PNPM-PPK tahun 2007, hal ini disebabkan jarak desa yang cukup jauh sehingga masyarakat desa memutuskan untuk tidak ikut proses sebagaimana tahapan kegiatan PNPM-PPK.
Awal terbentuknya pengurus UPK dimulai dari calon yang diusulkan oleh desa pada saat Musyawarah Desa Perencanaan, terutama bagi desa-desa yang terbilang dekat dengan ibukota kecamatan. Dari 11 orang calon yang diajukan hanya 5 calon yang memenuhi syarat setelah dilakukan seleksi dengan cara test tertulis dan wawancara. Dari 5 orang calon yang memenuhi syarat kemudian diajukan dalam forum Musyawarah Antar Desa Prioritas dan Penetapan yang pelaksanaannya digabung. Setelah melalui proses voting tertutup maka terpilihlah 3 orang pengurus dengan komposisi jabatan Ketua dan Sekretaris diisi oleh laki-laki dan perempuan sebagai Bendahara. Sebagai hasil kesepakatan dalam forum MAD rincian biaya untuk operasional UPK khususnya untuk isentif Ketua Rp. 430.000,-, Sekretaris Rp. 400.000,- dan Bendahara Rp. 400.000,- yang dianggarkan untuk 12 bulan masa kerja UPK. Kecamatan Mantangai jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya memang progressnya tergolong lambat, sehingga dana BLM tahun 2007 hanya dana Cost Sharing saja yang dapat diserap, sedangkan dana APBN tahap I (40%) dan tahap II (20%) baru bisa diserap pada bulan Oktober 2008. Sebagai akibat dari belum terserapnya dana APBN pada tahun 2007 maka sedikit banyak berimbas pada ketersediaan dana untuk biaya operasional. Dalam hal ini biaya operasional 2% dari dana APBD yang dapat terserap hanya mampu membiayai operasional selama 6 bulan. Dengan selang waktu yang begitu cukup lama maka UPK hanya pasrah tidak menerima isentif selama 4 bulan, sedangkan ketua 5 bulan.
Sebagai pengurus UPK yang baru terpilih dalam menjalankan tugas untuk pertama kalinya, tibalah saatnya untuk pengambilan dana BLM Cost Sharing di Bank Pembangunan Kalteng (BPK) yang terletak di Ibukota Kabupaten dengan jarak tempuh ± 2 jam dari kota kecamatan baik lewat darat maupun air. Karena baru bertugas dan kondisi biaya operasional UPK yang masih kosong, serta bermaksud tidak mau merepotkan orang lain maka ketua UPK mengambil inisiatif menjual harta miliknya berupa mesin Cass (perahu dengan mesin jenis Yamaha 16 HP) untuk menalangi biaya operasional ke Kabupaten.
Selama selang waktu ± 4 bulan (sejak bulan Juni s/d September 2008) pengurus UPK tidak menerima isentif sebagaimana hak yang wajib mereka terima, bukanlah sebagai halangan bagi mereka untuk ikut aktif terlibat membantu FK/FT dalam memfasilitasi tahapan kegiatan di desa seperti mengikuti Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) dan MD Perencanaan. Disamping menjalankan tugas kantor secara rutin, ketua dan sekretaris UPK punya ketrampilan lain yang bisa diandalkan yaitu sebagai tukang bangunan dan meubelair.
UPK kecamatan Mantangai patut diacungi jempol, karena dengan kondisi yang sangat kritis mereka masih mau bertahan dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat kepada mereka. Dengan keuletan mereka tidak heran kalau beberapa dari Tim Pengelola Kegiatan (TPK) menyampaikan rasa simpati dan patut berbangga karena apa yang dikerjakan oleh “PENGURUS UPK TIDAK SEBANDING DENGAN PEKERJAAN YANG MEREKA EMBAN”.
Apalagi dengan kreatifitas sekretaris UPK yang patut dibanggakan, kalau kita masuk ruangan sekretariat UPK akan terlihat berbagai macam tulisan yang cukup rapi menghiasi dinding ruangan. Dengan tulisan yang sangat rapi ini menandakan bahwa si penulisnya adalah orang yang kreatif, sabar, ulet dan tekun. Untuk tahun 2007 kecamatan Mantangai tidak ada kegiatan SPP, sedangkan tahun 2008 hanya 2 kelompok yang didanai dengan total dana sebesar Rp;. 70.000.000,- dengan pemanfaat sebanyak 64 orang. Jadi untuk kegiatan SPP masih belum bisa diandalkan. Mudah-mudahan dengan kerja keras dan ketekunan pengurus UPK bersama FK, kelompok SPP pada tahun 2009 dapat bertambah, sehingga UPK kecamatan Mantangai kedepan dapat dikenal oleh seluruh penjuru negeri dibawah kepengurusan RANO KARNO sebagaimana nama artis yang terkenal. Sumber Data : Faskab. Kapuas (Yulian Albert Siram)
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 24 April 2009 )
|
|
|
Cerita Lapangan |
|
|
| AdProv | | | SP2M | | SFMS | | SMIS | | SPTR | | |
|